Postingan

Kehilangan

Kematian adalah rindu yang tak berujung Sesingkat apapun cerita dengan mereka Perihal melupakan bukanlah sesuatu yang mudah Mereka kembali ke tempat semestinya Menyatu dengan bumi Menjalani hidup yang abadi Aku sendiri didunia ini Untuk mendoakan agar mereka tenang disana Hanya untaian doa yang membuat mereka bahagia

Kerja keras

Malam itu langit dan bintang menyatu Aku yang selalu merasa sendu Perjuanganku setiap hari Membuat tubuhku lelah ... Tetapi bukannya lelah itu manusiawi?  Pun lari dari kenyataan bukan jalan terbaik Meski hanya menjadi bintang kecil, dari jutaan bintang besar di langit Cahayaku bahkan benderang di pojok langit gelap walau sendiri Maka ku lanjutkan berkelana Rehat tapi menyerah jangan ada direncana

Berjumpa

Akhirnya hari ini tiba Dimana semua orang terlihat bahagia Sedangkan aku sendiri Tatapan kosong sepanjang hari Manusia yang jarang ku temui Mungkin aku mengenalnya Hanya sekedar nama Seperti manusia yang asing bagiku Jarak yang terlalu jauh Membuat seakan akan kaku Tak bertemu di waktu yang lama Timbul suara ramai di dalam ruang Tetapi aku masih tak percaya Hari hari seterusnya Bersama kembali Seperti semula

Hidup

Yang terlihat senang belum tentu bahagia Hidup mengikuti alurnya Setiap hari tetap mensyukuri segala Apapun yang terjadi harus tabah Berusaha semampu nya Tak lupa serta iringan doa Mungkin mimpi ini terlalu tinggi Tak terwujud dan kecewa mengiringi Hidup seberat ini Matipun akan terasa sepi Terimakasih untuk diri sendiri

Ego diri

Niat ingin sekali Melihat diri ini Tanpa rasa sedih Nyatanya mungkin ini bagian hidup Cerita pendekatan Kepada sang pencipta Memohon ampun atas segala dosa Dimana sosok hambanya Yang mengeluh akan hidupnya Terlalu banyak permintaan Doa yang sesuai keinginan Serta ego diri yang tinggi Ampunilah hambamu ini

Hilang Arah

Wajah yang nampak ceria Namun hanya tipuan semata Berusaha tertawa Tetapi hati ini hampa Sedih tak berdaya Menangis akhirnya Ingin sekali ku rubah semua Tapi jiwanya lemah Lemah yang sulit sembuh Tuhan... Maafkanlah hamba Yang sering mengeluh Dan memohon hanya saat pilu

Senja

Senja membuatku senang dan kecewa, Seperti halnya manusia  Senja membawa kesenangan  Dia datang dan menampakan keindahanya Namun aku kecewa... Dia hanya sekedar bermain dan menghiburku  Setelah aku terhibur diapun pergi dan berganti  Duniaku menjadi sepi dan sunyi

Dikau

Dirimu itu  Nyata tapi maya Berwujud namun kasat mata Warnamu isi setiap imaji Anganku terlalu bebas berekspresi Terlalu mendamba hadirmu begitu sepi Sebatas mengidolakanmu namun tak pernah dihargai Sebab denganmu aku mengenal benci dan kini

Anggun

Kedua mata tertuju Cerah seperti matahari Warna bak pelangi Wangi nan ayu Apakah dia Lahir saat fajar Berseri seri lagi indah Sangat anggun Kehadirannya membuat bahagia Namun apa daya Ia hanya sementara

Kosong Rasa

Bersyukur ucapnya Menerima katanya Lisan hanya dapat berbicara Batin yang menanggung akibatnya Masalah ini seperti tak ada ujungnya Hari hari telah berlalu Pikiranku masih tertuju Aku rapuh pada hari itu Semua mata tertuju padaku Sedikit ku mendengar Mereka membicarakan ku Tak apalah mungkin nasib ku Mungkin sesekali aku lupa Bahwa aku masih punya rasa Diri ini sering terluka Namun rasa itu sudah lama punah

Patah

Malam ini aku kembali menangis Hari yang tak istimewa Seperti biasanya datang Tanpa isyarat apapun Hati merasa sesak Air mata turun Tanpa izin dariku Membasahi wajahku Manusia lemah ini Ingin sekali tertawa Tapi semesta lagi dan lagi Tak berpihak seperti biasa

Rumit

Entah kosong hati ini Merasakan kehidupan sesedih ini Tak tau apa ini Hanya nasib yang ku tangisi Sorak sorai pikiran ku Terbesit semua masalah Hal yang ku alami Sedih dan seberat ini Ada yang tertawa Yang berbicara mengarah Bersyukur katanya Namun malam ini aku patah

Jauh

Kau yang terlihat oleh mata Tatapan yang penuh rasa Indahnya setiap melangkah Enggan berpaling untuknya Namun demikian berbeda Hanya menyampaikan lewat doa Jauh dan berjarak Tampak seakan akan selesai Namun demikian adanya Siapa tahu kita berjumpa Waktu masih ada Kembalilah dengan bahagia

Gagal

Entah apa yang kulakukan Permainan apa yang kuperlombakan Seakan akan kata menang adalah tujuan Bersaing dengan diri sendiri Melawan rasa takut yang selama ini ku pendam Tiba tiba keberanian datang Ketakutan tidak terasakan Angan angan keberhasilan kuinginkan Realita kegagalan yang bukan tujuan datang Berapa banyak kegagalan yang diciptakan Selalu ikut dengan kerja keras yang ku lakukan Tak mengapa mungkin itu jalan keberhasilan

Ikhlas

Bukan soal melupakan Namun untuk mengikhlaskan Hal yang tak jadi milik kita Takdir yang harus berkata Tidak semua hal harus kita miliki Jangan terlalu berharap dengan manusia Aku berhenti menulis takdirku Saat ini ku memulai membuat realita Terkadang yang ada tidak singgah Jangan jadi seperti senja Yang datang membawa keindahan Pergi begitu saja meninggalkan kerinduan

Memori

Ku melangkah menuju halusinasi Mengenang masa kecilku Kegelapan menyambutku dengan suka cita Bagai mesin waktu kutemukan setitik nostalgia Langit tersenyum cerah padaku Lapangan luas yang menyambutku Angin berhembus penuh rindu Semua terlihat sama dibuatnya hati ini sendu Bermain di bawah sang mentari yang membara Terkadang  bermain bersama rintik hujan Kesederhanaan yang membawa  Sepucuk kenangan hingga masa depan

Dewasa

Beratnya menjadi dewasa Dituntut dan dibanting sekuat kuatnya Merasakan hidup sesuai realita Bukan angan angan semata Dewasa membuatku tak leluasa bahagia Aku yang semakin menua Belum menjadi apa apa Lelah menahan semua masalah Bukan soal mudah Saat sudah beranjak dewasa Senang sedih secukupnya Semoga semua baik baik saja